Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cinta Monyet

Sepasang Kekasih Ditemukan Mati di Dalam Kamar yang Dingin 


Begini kisahnya, Pak Petugas. Jauh sebelum peristiwa itu, kami adalah sepasang kekasih yang bersepakat dalam sebuah janji: Cinta kita hanyalah cinta monyet, jadi tidak ikatan sungguh-sungguh, kita bebas melakukan apa saja setelah saling memisahkan diri. Kami  paham cinta monyet itu cinta macam apa. Setelah membuat kesepakatan itu, dan kami memisahkan diri, kami pun melompat dari satu hati ke hati yang lain, dari satu tubuh ke tubuh yang lain, bercinta sesuka hati kami. 
Ketika bertemu kembali, kami jadi sepasang kekasih lagi, dan saling bercerita tentang percintaan yang kami lakukan dengan hati yang lain, juga cerita tentang senggama dengan tubuh-tubuh yang lain. Kami saling menertawakan, jika ada yang lucu. Lalu kami juga tak lupa saling memberi semangat untuk melakukannya lagi dan lagi. Sementara kami sendiri, sumpah, dalam hubungan percintaan, sama sekali belum pernah berhubungan badan. Karena selain kesepakatan itu, sebelumnya kami sudah membuat kesepatakan lagi: tidak akan berhubungan badan sampai malam pertama tiba untuk kami. Gila!
Kami memang gila, Pak. Kemarin, waktu Satpol PP merazia hotel X dan ditemukan dua mayat di dalam kamar berbeda, mayat perempuan di kamar 330 dan mayat laki-laki di kamar 331, kami sudah jadi sepasang kekasih lagi, Pak. Mungkin untuk selamanya, mungkin juga tidak. Jadi, jika Bapak ingin tahu siapa yang membunuh kami, laki-laki itu sekarang ada di depan Bapak. Aku juga tidak tahu kenapa dia membunuh kami. Baiklah, semoga apa yang aku katakan bisa Bapak dengar. Oh, ya, jangan lupa, tulis juga di laporan Bapak, sepasang kekasih ditemukan mati di dalam kamar yang dingin. Ah, sudahlah. Kami pamit, Pak.


Asoka, 2019