Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Melepas Gelombang

Melepas Gelombang
(Jamal T. Suryanata*, dimuat di Horison, Juni 2002)







di bawah rintik, senja itu, kita saksikan
kilap sayap burung-burung rindu beterbangan
dambakan sarangnya dilingkung langit tembaga
antara desau angin yang senandungkan cinta
dan pucuk-pucuk cemara zikirkan kota-kota
seperti arus sungai berdesakan menuju muara
berbaur dalam gulung gelombang laut senja

“selalu ada,” keluhmu lirih, “sisa amis kota
ketika laut berpeluh benamkan bola matahari
jauh terpuruk ke kedalaman rahim semesta, o
segalanya begitu ganas dedahkan rindu di dada
ombak cinta yang tak sudah jemu memukul karang
sementara sembahyangku belum sempat rumuskan
makna alif dalam setiap bait syair dunia.”

dalam rintik yang kian menebal, senja itu
kita diam saja membiarkan segalanya berlalu:
burung-burung rindu yang dihela angin senja
pucuk-pucuk cemara yang khusuk dalam tasbihnya
kapal-kapal mimpi yang sedia mengulur sauhnya

dalam rintik yang kian menebal, senja itu
kulihat bibirmu gemetar menyimpan beribu kata
sajak cinta yang lelah mengeja riuh kota
setelah segalanya mencair menuju kekalnya
lukisan negeri keniscayaan yang sempurna

1999

---------------------------------------------------------

*Jamal T. Suryanata, nama pena Jamaluddin. Lahir 1 September 1966 di Kandangan, Kalimantan Selatan. Dalam kapasitasnya sebagai penulis, ia lebih mencurahkan perhatiannya pada seni dan budaya. Beberapa karyanya menjadi pemenang beberapa kejuaraan, baik daerah maupun nasional. Karya-karyanya berupa puisi, cerpen, esai, dan kritik sastra, serta artikel umum, tersebar di berbagai media massa antara lain: Banjarmasin Post, Media Masyarakat, Bali Post, Suara Guru, Ceria Remaja, dan Horison.