Abdurrahman bin Auf Saudagar Kaya dan Dermawan

Abdurrahman bin Auf Saudagar Kaya dan Dermawan
Daftar Isi Artikel
Saudagar yang Tak Pernah Miskin
Beliau adalah salah satu dari delapan orang yang pertama kali masuk Islam. Keutamaannya sebagai seorang sahabat senior juga begitu banyak, salah satu yang paling agung adalah: Rasulullah pernah shalat bermakmum kepada beliau. Inilah satu-satunya keutamaan yang tidak pernah didapat oleh sahabat senior yang lainnya.

Lahir dan dibesarkan di Makkah, Abdurrahman bin Auf tumbuh menjadi seorang pebisnis yang handal. Dia adalah penguasa pasar ketika itu. Penguasa dalam artian, orang yang paling banyak memiliki bisnis di pasar Mekah. Kekayaannya sungguh luar biasa!

Kemudian, ketika Islam datang, Abdurahman bin Auf segera memeluknya dengan perantara Abu Bakar. Di Mekah, beliau juga menerima berbagai siksaan sebagaimana sahabat yang lainnya. Tatkala siksaan yang diterima para sahabat semakin menjadi-jadi, Nabi memerintahkan para sahabatnya untuk berhijrah. Abdurahman bin Auf termasuk orang pertama yang berhijrah ke Madinah. Meninggalkan semua harta kekayaannya yang ada di Mekah.

Setibanya di Madinah, Rasulullah kemudian mempersaudarakan Abdurahman bin Auf dengan Sa’ad bin Ar-Rabi’ Al Anshari. Dia adalah orang paling kaya di kota Madinah. Sa’ad berkata kepada Abdurahman bin Auf,

"Saudaraku, aku adalah orang paling banyak hartanya di kota Madinah, maka lihatlah hartaku dan ambillah setengahnya. Aku juga mempunyai dua orang istri, lihatlah siapa di antara mereka yang paling menarik bagimu, lalu aku akan menceraikannya untuk kau nikahi".

Sebuah tawaran yang menggiurkan. Orang paling kaya di Madinah menawarkan setengah harta yang dia miliki kepada orang lain. Tapi jawaban Abdurahman bin Auf amat mencengangkan, dia menolak tawaran tersebut dengan lembut,

"Semoga Allah memberkahimu, keluargamu, serta hartamu. Tunjukan saja saya, di mana pasar di Madinah".

Sa’ad kemudian menunjukan letak pasar Madinah yang segera didatangi oleh Abdurahman bin Auf.

Beberapa tahun kemudian, Abdurahman bin Auf sudah kembali menjadi saudagar kaya di Madinah. Dalam kitab Shifatush Shafwah, dijelaskan bahwa Abdurrahman bin Auf pernah bersedekah dengan separuh hartanya yaitu 4.000 dirham, kemudian bersedekah dengan uang sebanyak 40.000 dirham. Dan bersedekah lagi dengan 40.000 dinar. Beliau juga pernah menanggung lima ratus ekor kuda dalam peperangan, lalu menanggung 1.500 ekor kuda lagi di jalan Allah.

Dalam Perang Tabuk, Abdurahman bin Auf pernah bersedekah dengan emas sebanyak 200 uqiyah. Satu uqiyah sama dengan 29,75 gram emas. Maka 200 uqiyah adalah emas seberat 5.950 gram. Itulah sedekah Abdurahman bin Auf.

Beliau juga pernah berwasiat untuk menginfakkan harta sebanyak lima puluh ribu dinar untuk jihad di jalan Allah. Itu hampir sama dengan 106,25 Miliyar rupiah, dengan harga emas dirata-ratakan Rp.500.000 per-gramnya.

Sepeninggal Rasulullah, Abdurahman bin Auf adalah orang kepercayaan beliau untuk mengurusi istri-istri beliau. Abdurahman senantiasa mengawal dan memenuhi kebutuhan hidup mereka. Pada suatu hari Abdurrahman bin Auf pernah berwasiat untuk menyedekahkan sebidang kebun untuk istri-istri beliau. Kebun itu di jual dengan harga 400.000 dirham. Sebuah harga yang fantastis!

Ketika ajal menjemput, beliau mewasiatkan untuk menyedekahkan uang miliknya sebesar 1.000 dinar di jalan Allah. Beliau juga mewasiatkan untuk memberikan uang sejumlah 400 dinar kepada tiap-tiap veteran Perang Badar yang masih hidup. Padahal, jumlah mereka yang masih hidup saat itu berjumlah lebih dari seratus orang. Termasuk di dalamnya Utsman bin Affan juga ikut mengambil bagiannya.

Belum cukup sampai di sana, beliau juga mewasiatkan untuk menginfakkan seratus ekor kuda di jalan Allah. Ketika Abdurrahman bin Auf sudah meninggal, beliau meninggalkan harta yang sangat banyak. diantaranya ada sebongkah emas besar, yang ketika beberapa orang memecahnya dengan kapak, tangan-tangan mereka sampai melepuh karenanya. Saking besarnya emas itu.

Beliau juga meninggalkan 1.000 ekor unta, 100 ekor kuda, dan 3.000 ekor kambing yang digembalakan di Baqi’. Sebuah jumlah yang fantastis. Beliau juga memiliki empat orang istri, masing-masing dari mereka mendapat warisan sebanyak 8.000 dinar. Sekitar 17 Miliyar rupiah setiap orangnya, dengan harga emas rata-rata Rp 500.000.

Alangkah luar biasanya kekayaan yang dimiliki Abdurahman bin Auf. Bukan hanya kaya, beliau juga adalah orang yang amat dermawan. Menyedekahkan banyak hartanya di jalan Allah. Dialah tauladan bagi orang-orang kaya yang bersyukur. Seorang sahabat mulia bernama Abdurrahman bin Auf. 
Google Gayo
Oleh Google Gayo

Surat Al-Hujurat ayat 6 : يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَى مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ "Wahai orang-orang yang beriman, jika datang seorang yang fasik kepadamu membawa berita, maka tangguhkanlah (hingga kamu mengetahui kebenarannya) agar tidak menyebabkan kaum berada dalam kebodohan (kehancuran) sehingga kamu menyesal terhadap apa yang kamu lakukan".

Langganan

jangan tinggalkan link aktif di komentar

  1. Untuk membuat judul komentar, gunakan <i rel="h2">Judul Komentar</i>
  2. Untuk membuat kotak catatan, <i rel="quote">catatan</i>
  3. Untuk membuat teks stabilo, <i rel="mark">mark</i>
  4. Untuk membuat teks mono, <i rel="kbd">kbd</i>
  5. Untuk membuat kode singkat, <i rel="code">shorcode</i>
  6. Untuk membuat kode panjang, <i rel="pre"><i rel="code">potongan kode</i></i>
  7. Untuk membuat teks tebal, <strong>tebal</strong> atau <b>tebal</b>
  8. Untuk membuat teks miring, <em>miring</em> atau <i>miring</i>