Teknologi Merusak Sosial Dan Budaya Manusia

Teknologi Merusak Sosial Dan Budaya Manusia
Daftar Isi Artikel
Negara republik Indonesia adalah suatu Negara yang terbentuk dari berbagai ragam suku, etnis, budaya, bahasa dan agama. Dengan keragaman ini maka Bangsa inodnesia dikatakan sebagai Bangsa yang paling banyak ragam penduduknya, berdasarkan data dari Sensus penduduk republik Indonesia diketahui bahwa jumlah suku Bangsa sebanyak 1.340 suku dan bahasa sebanyak 742 bahasa.

Dari jaman dahulu kebudayaan telah melekat di dalam kehidupan masyarakat Indonesia, kebudayaan tersebut beragam antara wilayah satu dan wilayah yang lainnya, sebagai generasi penerus Bangsa kita mempunyai kewajiban untuk melestarikan budaya yang telah diwariskan oleh nenek monyang kita.

Penerus Bangsa sekarang ini berbeda jauh dengan Bangsa zaman dahulu, yang mana dulu masyarakat sangat cendrung aktif, kreatif dan mau berusaha sedangkan masyarakat sekarang ini sudah dimanjakan dengan peralatan serba canggih dan sesuatu yang serba bisa, hal ini menyebabkan kebanyakan dari masyarakat kita tidak mau berusaha. Zaman yang penuh teknologi ini ternyata mampu membuat seseorang menjadi pemalas dan lemah dalam berfikir serta bertindak.

Oleh karena itu pada zaman yang serba mustahil dan serba bisa ini, nilai kemanusiaan telah hilang dimakan oleh kecanggihan teknilogi yang mempengaruhi semua tingkah laku manunisa, yang mana dulunya dia sopan sekarang sombong yang mana dulunya dia malu-malu dan sekarang dia sok tau itulah efek buruknya dari kemajuan teknologi, budaya saling sapa telah hilang dan beganti budaya saling komen.

Dan dampak teknologi terhadap nilai manusia ini luar biasa karena membuat manusia menjadi manja beda jauh dengan budaya nenek monyang kita dulu mereka pada masa dulu kalau ingin sesuatu mereka harus berusaha dulu harus bersusah payah dulu untuk mendapatkannya, beda dengan masa sekarang setiap manusia terlalu mudah untuk mendapat sesuatu yang diinginkannya hanya dengan melakukan klikkan dilayar Smartphone nya contoh seperti ojek online, memang ojek online membuat manusia itu lebih mudah untuk menjangkau tujuannya dia tidak perlu lagi jalan menuju tempat ojek marker dia hanya nunggu di depan rumah dan ojek online itu langsung menjemput kedepan rumahnya, kalau kita melihatnya dengan mata saja tanpa menyaringnya dengan otak kecil kita maka kita bilang ojek online itu suatu kebijakan yang bagus.

Mari kita lihat dari sisi penyaringan otak kita, ojek online memang memudahkan kita sebagai transfortasi ke tempat yang kita tuju, tetapi kita banyak kehilangan sosial disana, yang mana biasanya kita bertatap muka dengan orang banyak dan dan saling berkenalan di halte bus atau tempat transfortasi umum lainnya dan saling bertukar cerita informasi ini, yang mana kalau kita sering bertemu atau saling bercerita dengan orang-orang yang baru kita kanal itu melatih cara kita berbicara cara kita bradaptasi dengan segala bentuk perangai orang, kini sudah dimusnahkan dengan ojek online tersebut, saran saya terhadap pembaca selebihnya lagi terhadap mahasiswa anda harus bijak dalam melilih aktiitas tersebut karena anda sebagai mahasiswa seharusnya peka terhadap lingkungan dan masyarakat disekitar anda supaya anda tau apa yang perlu anda lakukan terhadap masyarakat tersebut.

Lunturnya sosial dan budaya yang menjadi identitas Negara yang penuh keragaman ini sangat terasa, hingga banyak muncul permasalahan-permasalahan yang diakaibatkan oleh masyarakat yang tidak mengaplikasikan budaya yang diwariskan oleh leluhur kita, karena masyarakat kita termakan dengan berita-berita era globalisasi yang mana berita itu berisi tentang kehidupan diluar yang sangat berbeda dengan budaya kita yang penuh dengan sopan santun, dan anehnya lagi kebanyakan dari remaja-remaja kita mengikuti budaya barat itu pada dasarnya sangat bertentangan dengan budaya kita yang sesungguhnya.

Masyarakat dahulu memliki sikap sosial yang tinggi antar sesama dan memiliki kesadaran untuk menaati peraturan yang telah disepakati, akan tetapi pada saat ini hal itu sangat sulit ditemukan, malah yang membuat peraturan itulah yang melanggarnya secara terang-terangan hal ini bisa kita lihat dari banyaknya kasus korupsi dari kalangan penjabat kita, bagaimana bisa rakyatnya rukun sedangkan pemerintahnya masih gemar melanggar peraturan yang disepakati bersama.

Selain sosial yang tinggi masyarakat pada zaman dulu juga memiliki rasa peduli yang tinggi juga dalam menjaga lingkungan di sekitarnya, sehingga kondisi alam pada masa itu sangan sejuk dan indah dipandang, berbeda jauh dengan zaman sekarang sampah terletak dimana-mana sehingga menimbulkan penyakit dan banjir yang merusak alam disekitarnya, kerusakan ala mini diakibatkan oleh masyarakat yang tidak peduli dengan lingkungan sekitarnya sehingga dia merasa tidak bersalah ketika membuang sampah sembarangan.

Hilangnya budaya dan sosial ini tidak lain karena kesalahan kita sendiri yang terlalu lalai oleh kecanggihan teknologi yang memudahkan kita mengakses seluruh kehidupan didunia ini dengan mudah, sehingga kita tidak menyadari bahwa tidak semua yang ada dimedia itu benar, sebagai pengguna saya harap kita sebisa mungkin untuk menyaring informasi dari media dengan mengamatinya dan mencari sumber pendukung informasi tersebut.

Teknologi ini khususnya di Indonesia pasti ada efek positif dan negatifnya, teknologi memang memudahkan kita dalam menjalin sesama tetapi sebagai manusia kita harus bijak dalam menggunakan kecanggihan teknologi tersebut, sehingga masyarakat kita tidak kehilangan jati dirinya sebagai manusia. Jatidiri manusia adalah akal, jangan sampai masyarakat  kita kehilangan akal sehatnya karena terlalu mempercayai apa yang ada di media sosial.

Pada zaman yang penuh dengan teknologi ini kita sebagai manusia harus bisa memilih mana yang layak digunakan dan mana yang tidak layak, mana yang layak untuk dipercayai dan mana yang tidak, karena dalam zaman yang penuh teknologi ini banyak sekali hal-hal yang mempengaruhi nilai kemanusiaan, manusia itu seharusnya damai dan menjadikan perbedaan itu sebagai keragaman, karena teknologi ini yang tidak saling kenal pun bisa menjadi saling membenci, itu sudah menghilangkan nilai dan budaya kita sebagai manusia, semakin majunya teknologi semakin menjauhkan kita dari nilai dan budaya kita yang sebenarnya.

Sebagai masyarakat Indonesia yang penuh dengan keragaman ini. Kita harus paham dan mengerti tentang teknologi, agar kita tidak mudah termakan isu-isu, pengaruh budaya luar yang merusak sosial dan budaya kita.

Sebagai masyarakat yang bijak janganlah memanjakan diri dengan teknologi yang membuat kita manjadi manusia yang malas untuk mencari informasi yang nyata sehingga sosial, budaya, dan akal sehat masyarakat kita hilang.  Padahal nenak moyang kita mewariskan sosial yang tinggi dan budaya yang mendidik.

"Budaya Adalah Identitas Suatu Bangsa dan Sosial Adalah Identitas Seorang Manusia"
Google Gayo
Oleh Google Gayo

Surat Al-Hujurat ayat 6 : يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَى مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ "Wahai orang-orang yang beriman, jika datang seorang yang fasik kepadamu membawa berita, maka tangguhkanlah (hingga kamu mengetahui kebenarannya) agar tidak menyebabkan kaum berada dalam kebodohan (kehancuran) sehingga kamu menyesal terhadap apa yang kamu lakukan".

Langganan
  1. Aris Prianda

    Aris Prianda

    3 April 2020 07.07

    tapi teknologi juga berperan dalam merubah peradaban, tingal bagai mana cara kita menyikapi aja seperti budaya yang bisa menfaatkan teknogi untuk tetap bertahan atau budaya kita di gantikan teknologi

    • Google Gayo

      Google Gayo

      3 April 2020 07.11

      Nah ini baru kritis..
      Seperti memang lebih bgus lagi kalu teknologi di aplikasikan dengan budaya, sehingga buda tidak hilang, dan teknologi pun semangkin berkembang 👍😂

jangan tinggalkan link aktif di komentar

  1. Untuk membuat judul komentar, gunakan <i rel="h2">Judul Komentar</i>
  2. Untuk membuat kotak catatan, <i rel="quote">catatan</i>
  3. Untuk membuat teks stabilo, <i rel="mark">mark</i>
  4. Untuk membuat teks mono, <i rel="kbd">kbd</i>
  5. Untuk membuat kode singkat, <i rel="code">shorcode</i>
  6. Untuk membuat kode panjang, <i rel="pre"><i rel="code">potongan kode</i></i>
  7. Untuk membuat teks tebal, <strong>tebal</strong> atau <b>tebal</b>
  8. Untuk membuat teks miring, <em>miring</em> atau <i>miring</i>