Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Sebuah Cerita yang Sangat Pendek ~ Ernest Hemingway

Sebuah Cerita yang Sangat Pendek 
Oleh : Ernest Hemingway 


Sebuah Cerita yang Sangat Pendek ~ Ernest Hemingway
Picture: Pixabay


Suatu malam yang panas di Padua mereka membawa lelaki itu ke atap dan ia dapat mengawasi puncak kota. Ada cerobong asap bergegas di langit. Setelah sejenak hari menggelap dan lampu sorot muncul. Orang-orang lain itu turun dan membawa serta botol-botol mereka. Si lelaki dan Luz dapat mendengar mereka di bawah di balkon. Luz duduk di pembaringan. Ia dingin dan segar pada malam yang panas itu. 

Luz tinggal dalam tugas malam selama tiga bulan. Mereka senang dengannya. Ketika mereka melakukan operasi pada diri si lelaki Luz menyiapkan meja operasi; mereka bergurau tentang sahabat atau suntikan urus-urus. Si lelaki dibawah pembiusan yang kuat sehingga ia tak dapat banyak omong tentang sesuatu selama waktu pembicaraan penuh gurau itu. Setelah si lelaki mengangkat tongkat ketiaknya suhunya dapat diperiksa sehingga Luz tak harus membangunkannya dari pembaringan. Hanya ada beberapa pasien, dan mereka semua saling mengetahui. Mereka semua menyukai Luz. Ketika si lelaki berjalan kembali sepanjang ruangan ia berpikir Luz di pembaringannya. 

Sebelum si lelaki kembali ke garis depan mereka pergi ke Duomo dan berdoa. Hari itu remang-remang dan tenang serta ada beberapa orang berdoa. Mereka ingin menikah, tetapi tak ada cukup waktu untuk mengurus maklumat menikah di gereja, dan tak seorangpun dari mereka mempunyai akte kelahiran. Mereka merasa seolah-olah telah menikah, tetapi mereka ingin setiap orang mengetahui tentang pernikahan ini dan melaksanakannya agar tak kehilangan. 

Luz menulis banyak surat kepadanya yang tak pernah diterima oleh si lelaki sampai adanya gencatan senjata. Lima belas surat datang ke garis depan dalam satu ikatan dan memilah-milah surat-surat itu berdasarkan tanggal dan membacanya sepanjangan. Surat-surat itu tentang rumah sakit dan betapa si perempuan mencintai si lelaki dan ketakmungkinan dirinya melangsungkan hidup tanpa si lelaki dan betapa menakutkan kehilangannya pada malam-malam hari. 

Setelah gencatan senjata mereka setuju si lelaki pulangh ke rumah untuk mencari pekerjaan sehingga mereka dapat menikah. Luz tidak akan pulang ke rumah sampai si lelaki memperoleh sebuah pekerjaan yang bagus dan ia dapat pergi ke New York menemui Luz. Dapat dimengerti si lelaki tak ingin bermabuk-mabukan, dan tak ingin menemui kawan-kawannya atau siapapun di Negara Bagian itu. Satu-satunya hal yang diinginkannya adalah mendapatkan pekerjaan dan menikah. Di kereta api dari Padua ke Milan mereka bertengkar mengenai diri si perempuan yang tak ingin pulang segera. Ketika mereka harus mengucapkan selamat tinggal, di stasiun di Milan, mereka berciuman selamat tinggal, dan tanpa diakhiri dengan pertengkaran. Si lelaki merasakan sakit tentang selamat tinggal seperti itu. 

Si lelaki pergi ke Amerika dengan kapal. Luz kembali ke Pordonone untuk membuka rumah sakit. Ada kesunyian dan hujan disana, dan ada satu batalion arditi yang ditempatkan di kota itu. Tinggal dalam kota yang berhujan, berlumpur pada musim dingin, sang mayor batalion itu jatuh cinta pada Luz, dan Luz tidak tahu orang-orang Italia sebelumnya, dan akhirnya menulis surat ke Amerika bahwa cinta mereka hanya cinta seorang bocah lelaki kepada seorang anak perempuan. Luz menyesal, dan iapun tahu si lelaki mungkin tak dapat mengerti, walaupun mungkin suatu hari memaafkan dirinya, dan berterima kasih padanya, dan Luz berharap, benar-benar tak berharap, dinikahi pada musim semi. Ia selalu mencintai si lelaki, tetapi ia menyadari sekarang semuanya hanya cinta seorang bocah lelaki dan perempuan belia. Luz berharap ia memperoleh karir yang tinggi, dan benar-benar percaya dengannya. Luz tahu itu yang terbaik. 

Sang Mayor tak menikahi Luz pada musim semi atau musim apapun. Luz tak memperoleh jawaban surat dari Chicago. Sesaat kemudian setelah si lelaki mengidap gonorho dari seorang gadis penjual di toko serba ada perlengkapan kontrasepsi saat sedang melaju dalam sebuah taksi melewati Taman Lincoln. 

*** 

Suatu malam yang panas di Padua mereka membawa lelaki itu ke atap dan ia dapat mengawasi puncak kota. Ada cerobong asap bergegas di langit. Setelah sejenak hari menggelap dan lampu sorot muncul. Orang-orang lain itu turun dan membawa serta botol-botol mereka. Si lelaki dan Luz dapat mendengar mereka di bawah di balkon. Luz duduk di pembaringan. Ia dingin dan segar pada malam yang panas itu. 

Luz tinggal dalam tugas malam selama tiga bulan. Mereka senang dengannya. Ketika mereka melakukan operasi pada diri si lelaki Luz menyiapkan meja operasi; mereka bergurau tentang sahabat atau suntikan urus-urus. Si lelaki dibawah pembiusan yang kuat sehingga ia tak dapat banyak omong tentang sesuatu selama waktu pembicaraan penuh gurau itu. Setelah si lelaki mengangkat tongkat ketiaknya suhunya dapat diperiksa sehingga Luz tak harus membangunkannya dari pembaringan. Hanya ada beberapa pasien, dan mereka semua saling mengetahui. Mereka semua menyukai Luz. Ketika si lelaki berjalan kembali sepanjang ruangan ia berpikir Luz di pembaringannya. 

Sebelum si lelaki kembali ke garis depan mereka pergi ke Duomo dan berdoa. Hari itu remang-remang dan tenang serta ada beberapa orang berdoa. Mereka ingin menikah, tetapi tak ada cukup waktu untuk mengurus maklumat menikah di gereja, dan tak seorangpun dari mereka mempunyai akte kelahiran. Mereka merasa seolah-olah telah menikah, tetapi mereka ingin setiap orang mengetahui tentang pernikahan ini dan melaksanakannya agar tak kehilangan. 

Luz menulis banyak surat kepadanya yang tak pernah diterima oleh si lelaki sampai adanya gencatan senjata. Lima belas surat datang ke garis depan dalam satu ikatan dan memilah-milah surat-surat itu berdasarkan tanggal dan membacanya sepanjangan. Surat-surat itu tentang rumah sakit dan betapa si perempuan mencintai si lelaki dan ketakmungkinan dirinya melangsungkan hidup tanpa si lelaki dan betapa menakutkan kehilangannya pada malam-malam hari. 

Setelah gencatan senjata mereka setuju si lelaki pulangh ke rumah untuk mencari pekerjaan sehingga mereka dapat menikah. Luz tidak akan pulang ke rumah sampai si lelaki memperoleh sebuah pekerjaan yang bagus dan ia dapat pergi ke New York menemui Luz. Dapat dimengerti si lelaki tak ingin bermabuk-mabukan, dan tak ingin menemui kawan-kawannya atau siapapun di Negara Bagian itu. Satu-satunya hal yang diinginkannya adalah mendapatkan pekerjaan dan menikah. Di kereta api dari Padua ke Milan mereka bertengkar mengenai diri si perempuan yang tak ingin pulang segera. Ketika mereka harus mengucapkan selamat tinggal, di stasiun di Milan, mereka berciuman selamat tinggal, dan tanpa diakhiri dengan pertengkaran. Si lelaki merasakan sakit tentang selamat tinggal seperti itu. 

Si lelaki pergi ke Amerika dengan kapal. Luz kembali ke Pordonone untuk membuka rumah sakit. Ada kesunyian dan hujan disana, dan ada satu batalion arditi yang ditempatkan di kota itu. Tinggal dalam kota yang berhujan, berlumpur pada musim dingin, sang mayor batalion itu jatuh cinta pada Luz, dan Luz tidak tahu orang-orang Italia sebelumnya, dan akhirnya menulis surat ke Amerika bahwa cinta mereka hanya cinta seorang bocah lelaki kepada seorang anak perempuan. Luz menyesal, dan iapun tahu si lelaki mungkin tak dapat mengerti, walaupun mungkin suatu hari memaafkan dirinya, dan berterima kasih padanya, dan Luz berharap, benar-benar tak berharap, dinikahi pada musim semi. Ia selalu mencintai si lelaki, tetapi ia menyadari sekarang semuanya hanya cinta seorang bocah lelaki dan perempuan belia. Luz berharap ia memperoleh karir yang tinggi, dan benar-benar percaya dengannya. Luz tahu itu yang terbaik. 

Sang Mayor tak menikahi Luz pada musim semi atau musim apapun. Luz tak memperoleh jawaban surat dari Chicago. Sesaat kemudian setelah si lelaki mengidap gonorho dari seorang gadis penjual di toko serba ada perlengkapan kontrasepsi saat sedang melaju dalam sebuah taksi melewati Taman Lincoln. 

*** 
--------------------------------------
Diterjemahkan oleh Ahmad Muhaimin dari A Very Short Story karya Ernest Hemingway. Cerita pendek ini berasal dari kumpulan cerita Ernest Hemingway In Our Times, Charles Scribner’s Sons. 1953. New York.(Juft/Mohae P)