Desa Ku Pilar Jaya - googlegayo.com

Jumat, 21 Agustus 2020

Desa Ku Pilar Jaya

  
Disaat seperti ini, Jika lelah dengan hiruk pikuk dunia modern dan teknologinya, di tambah situasi covid-19 sedang merajalela di kota-kota, mungkin menyepi adalah pilihan yang tepat. Tentu saja Desa adalah sebuah pilihan untuk beristirahat selama pendemi berlangsung.

Ya, Benar saja...
Lantuna suara kodok, jangkrik, maupun burung-burung yang berkicau adalah musik terbaik yang bisa kita dengar.

Terdengar segerombolan Tengeret yang mengeluarkan suara nyaring dari pepohonan dan itu berlangsung cukup lama.

Capung beterbangan, dan kunang-kunang yang berkelap-kelip saat malam adalah pemandangan yang tidak mungkin bisa terlupakan begitu saja, itu akan membuat kita tersenyum dengan mata.

Di pedesa, udara segar di pagi hari selalu bisa kita nikmati. Tak harus pasang air purifier agar udara tetap bersih.

Dari jendela, Ogsigen segar yang bercampur bau khas pedesaan maupun tanah lembab akan menyeruak dan menggelitik bulu-bulu halus di rongga hidung, sebelum akhirnya memenuhi rongga paru-paru, menggantikan karbon dioksida, lalu tersebar luas dan mengalir bersama aliran darah. Udara segar ini tersedia melimpah tanpa adanya campur tangan polusi dari asap kendaraan. Setiap hari, secara alami.

Jangan Takut jika Disebut kampungan "Ndeso", Ini lah Nikmatnya Hidup di Desa

Hampir semua penduduk desa kami adalah petani Kopi. Pagi hari, penduduk desaku sudah sangat ramai, mereka bersama-sama menuju ke ladang.

Selain Kopi, Cabai adalah tanaman yang tumbuh subur di desa kami, biasanya tanaman ini di tanam secara tumpang sari di kebun kopi.

Bersambung ke Asal Muasal Nama Pilar Jaya

Oleh: Yusuf Efendi

Jangan Lupa Untuk Berbagi Informasi Kepada Sesama