Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

"Hari Terakhir Mengingatmu" Oleh Efendi

Ada yang diam-diam datang ketika malam semakin kelam. Rupanya tak pernah kukenal, atau sengaja tak kuhapal, karena sungguh, ada hal yang lebih penting untuk kuingat daripada kamu yang pernah membuat hatiku terasa hangat.

Dan saat mentari datang di pagi hari, ada sesal yang menggerogoti dan perihal hujan yang jadi saksi bahwa matamu sumber dari semua diksi. Perihal aku yang tersadar sudah setahun sejak bulan kedelapan tahun lalu. Saat hujan menjadi teman saat kita bertemu, dan tatapan matamu yang menjadi sebuah candu.

Lalu, tentang siangku yang tak lagi berseri. Tentang burung-burung merpati yang sekarang bersembunyi. Seperti halnya kamu yang kini tak ingin kembali—mencoba lari dari segala puisi yang kuberi.

Dan akhirnya, ketika senja tak lagi bicara tentang indahnya sebuah rasa, aku berusaha untuk tidak lagi mengumbar-umbar nestapa. Aku akan berkata pada dunia, kalau aku baik-baik saja, dan sudah melupakan semuanya—tentang kamu dan juga kita.

Semoga saja.

"Hari Terakhir Mengingatmu"
Oleh: Efendi