Sebuah Renungan Kasih ibu sepanjang masa

Sebuah Renungan Kasih ibu sepanjang masa
Daftar Isi Artikel


Kasih ibu sepanjang masa

Tidak ada manusia yang yang luput dari keselahan, kecuali hanyalah nabi muhammad s.a.w. tidak sedikit manusia pada saat saling menyalahkan, saling memberikan komentar terhadap orang lain, semoga pembaca tidak termasuk orang yang hanya melihat kesalahan orang lain, pernah senior saya berkata kepada saya sebelum kamu melihat kesalahan orang lain lihatlah dahulu kesalahan dirimu (Berkacalah kamu baru kamu tau dimana kamu berdiri)

Belajar dari sepenggal kata yang katakan senior ku kepada diriku, banyak pelajaran yang ku kutip dan banyak juga yang kejalankan kehidupan ini, tetapi apa daya diriku ini, mungkin dimata orang diriku ini terlalu banyak kekurangan, terlalu banyak khayalan, terlalu banyak impian sehingga banyak yang berbeda dari kenyataan yang ku kerjaan.

ku coba setiap saat memperbaiki diri dari kesalahan yang mungkin tidak kusadari kulakukan, dikarenakan kebodohan diriku, sehingga ada orang yang merasa dirugikan atas keputusan yang ku ambil dalam hidup ini, tapi apalah daya ku aku ini hanyalah manusia biasa yang tak luput dari kesalahan. 

Pengabdianku terhadapat ibu tak seberapa, sementara kasih sayang ibu kepada diriku sungguh sangat luar biasa, ku coba untuk membalas namun aku tak bisa, walaupun aku berikan segunung emas permata tapi tak sebanding dengan pengorbanan yang telah dilakukan ibu terhadap diriku ini,apalagi dengan pengapdian yang kulakukan saat ini masih sangat jauh dari kata sempurna, jikalau di ibaratkan air dilautan jikalau terkena sinar mata hari hanyalah sedikit yang menguap kembali ke atas atau menjadi embun, tetapi kembali lagi kebumi dengan turunnya air hujan dan menjadi berkar untuk bumi itu lagi, air yang meresap ke bumi bengitu banyak melebihi yang menguap menjadi embun tersebut, begitulah kasih sayang seorang ibu kepada ku.

Pengabdian seorang anak kepada ibunya tak akan pernah sebanding dengan pengorbanan ibunya kepada dirinya, jadi sebagai anak kita jangan pernah mengatakan “AH” kepada orang tua kita jangan sampai gara – gara kata – kata yang kita ucapkan membuat air mata orang tua kita jatuh kebumi, cobalah membuat orang tua kita terseyum sehingga bukan kata keluh kesah yang keluar dari orang tua kita tetapi sebuah do’a yang keluar dari orang tua.

Sebagai seorang anak jangan pernah menganggap pengapdian yang dilakukan sudah cukup kepada orang tua, sehingga kita bisa berkata kasar kepada orang tua kita, dikarenakan tak akan pernah terbalas pengorbanan orang tua kita kepada kita.

Mohon maaf apabila ada selahan dalam penulisan ini, tidak ada niat sedikitpun untuk menyinggung satu pihakpun, mohon masukan dan saran untuk kesempurnaan penulisan cerpen ini.

Buah kenari dan buah mangga
Di dalam karung ada sepuluh
Agar orang tuamu bangga
Jadilah kamu anak penurut

Google Gayo
Oleh Google Gayo

Surat Al-Hujurat ayat 6 : يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَى مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ "Wahai orang-orang yang beriman, jika datang seorang yang fasik kepadamu membawa berita, maka tangguhkanlah (hingga kamu mengetahui kebenarannya) agar tidak menyebabkan kaum berada dalam kebodohan (kehancuran) sehingga kamu menyesal terhadap apa yang kamu lakukan".

Langganan

jangan tinggalkan link aktif di komentar

  1. Untuk membuat judul komentar, gunakan <i rel="h2">Judul Komentar</i>
  2. Untuk membuat kotak catatan, <i rel="quote">catatan</i>
  3. Untuk membuat teks stabilo, <i rel="mark">mark</i>
  4. Untuk membuat teks mono, <i rel="kbd">kbd</i>
  5. Untuk membuat kode singkat, <i rel="code">shorcode</i>
  6. Untuk membuat kode panjang, <i rel="pre"><i rel="code">potongan kode</i></i>
  7. Untuk membuat teks tebal, <strong>tebal</strong> atau <b>tebal</b>
  8. Untuk membuat teks miring, <em>miring</em> atau <i>miring</i>