Kandungan, Cara Mengatasi, dan Cara Membuat Gas Air Mata - googlegayo.com

Jumat, 09 Oktober 2020

Kandungan, Cara Mengatasi, dan Cara Membuat Gas Air Mata

  

Kandungan, Cara Mengatasi, dan Cara Membuat Gas Air Mata


Googlegayo.com - Gas air mata, tentunya jika anda seorang mahasiswa yang pernah ikut demo atau aksi pasti tidak asing dengan benda ini.

Gas air mata merupakan salah satu senjata kimia yang di andalkan oleh Polisi untuk mempertahankan kendali massa atau membubarkan demonstran jika terjadi kerusuhan.

Selain digunakan sebagai senjata kimia polisi, gas airmata juga dapat digunakan untuk menangkal musuh, menghadapi hewan berbahaya, atau pun melawan penjahat dalam keadaan berbahaya.

Kandungan yang ada dalam gas air mata

Secara umum, kandungan utama pada gas ini yang sering digunakan untuk membubarkan demonstran adalah CN (chloroacetophenone) atau CS (chlorobenzylidenemalononitrile) dan membutuhkan proses kimia yang rumit untuk menghasilkan.

Namun pada dasarnya, gas airmata juga dapat dibuat menggunakan bahan Oleoresin Capsicum (OC) yang biasanya terdapat pada paprika merah dan hijau sebagai bahan utamanya.

Senyawa lain yang digunakan atau disarankan untuk digunakan adalah bromoacetone, benzyl bromide, ethyl bromoacetate, xylyl bromide, dan α-bromobenzyl cyanide.

Efek atau reaksi jika terkena gas air mata

Bahan-bahan yang digunakan tadi memiliki karakteristik yang sama jika terkena bagian tubuh ataupun saluran pernafasan, yaitu menyebabkan sensasi terbakar dan iritasi pada kulit.

Meski cukup menyakitkan, gas airmata tidak mematikan ataupun menghasilkan efek samping secara permanen.

Lalu, apakah gas airmata yang kadaluarsa memiliki kandungan yang lebih berbahaya dibandingkan yang tidak?

Menyikapi hal ini, banyak orang berteori bahwa gas air mata yang telah kadaluarsa akan menyebabkan gas tersebut menjadi lebih beracun.

Namun, pendapat ini disanggah oleh Steve Wright dari Leeds Metropolitan University yang menyatakan bawasanya jika gas tersebut kadaluarsa maka kandungan kimia pada gas tersebut menjadi rusak. Kerusakan pada kandungan kimia ini malah akan menyebabkan nya menjadi kurang efektif.

Penanganan ketika terkena

Penanganan yang dapat dilakukan jika kita terkena gas air mata diantaranya:

1. Segera cari udara segar.

Kandungan SC pada gas airmata menyebabkan sensasi terbakar pada saluaran pernafasan dan secara otomatis mata kita akan menutup. Efek CS akan segera hilang setelah menghirup udara segar 5-10 menit.


3. Bilas dengan air.

Bilas dengan air bersih 5-10 menit. Jika perlu tambahkan cairan fisiologi seperti NaCl.


4. Jangan menggosok-gosok mata.

Menggosok-gosok mata atau bagian yang terkena gas air mata akan mempercepat reaksi kimia pada kandungan gas airmata dan akan memperburuk efek yang ditimbulkan.

Bagaimana cara membuatnya?

Bagi anda yang penasaran, bagaimana cara membuat gas airmata, berikut akan kami sajikan cara membuat gas airmata sederhana. Simak video ini:



Semoga bermanfaat. Tapi jangan dicoba tanpa didampingi oleh ahliya


Note / Catatan

Informasi ini kami sajikan semata-mata hanya untuk media pembelajaran.

Kami tidak menyarankan anda untuk menerapkaannya di rumah.

Kami tidak bertanggung jawab atas apa yang terjadi jika anda menerapkan di suatu tempat seperti tempat aksi demo, kerumunan dan atau tempat umum lainnya.


jangan lupa untuk membaca Apa Itu VPN? Bagaimana Cara Kerjanya serta Risiko Menggunakan VPN.


Jangan Lupa Untuk Berbagi Informasi Kepada Sesama